Pengalaman Kerja Di Vads Yogyakarta cerita mantan Agent
Mohon dibaca sebelum
melamar atau akan bekerja di VADS Yogyakarta terutama project Shopee.... Menyesal ?! sangat iya
(Cerita Mantan
Karyawan VADS 10 hari sebelum habis masa kontrak terkena termination Tiba tiba
dan tanpa kejelasan )
Baik Kak, di
saat satu bulan sebelum habis kontrak saya dengan PT VADS Project Agent Chat CS Shopee. awalmula saya bekerja di
Vads degan project tersebut pada Tanggal 28 Juni 2019, Langsung ke cerita ya.
kurang lebih Satu bulan sebelum saya habis kontrak tepatnya pada Tanggal 1 Mei
2020 Ibu saya meninggal dan saya Telefon Team leader saya untuk meminta izin
tidak bekerja dan saat ini di izinkan
dan saya tidak menyangka di beri waktu 2 hari. Ternyata dari semua itu Produktivitas
kasus yang saya tangani kurang karena saya di beri cuti kematian ibu saya 2
hari dan ada beberapa kasus yang saya tangani terkena penilaian buruk yang
menyebabkan saya terkena PIP karena di hitung dari presentase Produktivitas
yang saya tangani terlalu rendah (biasanya total / Target produktivitas di
hitung setip minggunya dan tidak melihat apakah di minggu tersebut diberikan
cuti atau tidak). untuk taget produktivitas yang harus di penuhi adalah 90
Kasus dan jika belum mencapai target tidak bisa Oflline atau berhenti bekerja. dari kasus yang saya terkena penilaian buruk
saja ajukan banding dan dari pihak Shopee tidak pernah memberikan anulir
banding saya, dan kembali lagi semua itu karena persentase penilaian buruk yang
saya tangani dari total produktivitas
kurang karena saya di beri cuti 2 hari. kemudian saya bilang ke Team leader
saya, yang intinya jika memang sampai terjadi seperti ini kemarin tidak usah
lah di berikan cuti 2 hari, satu hari saja cukup. Lalu jika terkena PIP
tersebut saya diberikan remidial untuk kasus yang saya tangani selama 2 minggu
kedepan dan di hitung dalam Produktivitas kasus yang tinggi (setiap harinya di
target 90 Kasus yang di tangani). pada tanggal 28 Mei 2020 saya menanyakan
terkait PIP saya Lolos atau Tidak, dan Team leader saya menjawab 2 Kali Lolos
dan Totalnya adalah 2 Banding 450 Kasus (2 itu adalah kasus yang terkena
penilaian buruk). Setelah itu Team leader saya telfon, menanyakan ingin
perpanjang kontrak atau tidak, saya jawab iya karena memang cicilan barang saya
masih banyak. Team leader saya juga bercerita Tolong di jaga performanya jika
kamu ingin lanjut tanda tangan kontrak dia menjelaskan jika Produktivitas saya
selalu baik dan nilai sampling QA saya baik maka saya akan di promosikan naik
jabatan, saya jawab Okelah.
Cerita
selanjutnya berawal di awal bulan Juni sebelum Kontrak saya habis. pada awal
Juni 2020 tepatnya pada tanggal 5, 6, 7
Saya diberikan cuti oleh PT VADS saya merasa bingung (saya Takut terkena PIP
kembali). Pada awal minggu tersebut
memang saya Duty 2 hari saja karena pda tangal 1 dan 3 Juni 2020 saya di berikan OFF. Saya merasa takut jika
Terkena PIP kembali karena sudah pasti produktivitas kasus yang saya tangani
kurang karena saya Duty 2 hari saja. Saya telfon dan menanyakan ke Team leader
saya di minggu sebelumnya jika saya cuti saya yakin terkena PIP karena
produktivitas kasus yang saya tangani bakal kurang banyak maka saya meminta ke team
leader saya untuk 2 hari tersebut di berikan pekerjaan lain yaitu mengisi
Mandatory Field atau apa, namun dengan santainya Team leader saya bilang jika
tidak masalah dia menjamin aman dan akan di pantau. setelah pada hari sabtu
Tanggal 6 Juni sampling penilaian buruk keluar dan benar saya terkena PIP
kembali karena total kasus yang saya tangani kurang dari target persentase.
Lalu saya ajukan anulir ke Shopee jika ada 2 kasus yang saya tangani terkena
penilaian buruk tersebut. memang untuk 1 kasus yang saya tangani benar salah
saya, namun untuk kasus yang ke dua saya informasikan sesuai dengan Back End
Shopee dan sistem Back End tersebut belum update maka saya yang disalahkan dan
tetap anulir tersebut tidak diterima. Lalu saya menanyakan ke Team leader saya
bawasanya jika ingin di minggu tersebut tidak ingin terkena PIP maka saya harus Duty dan menambah
Total kasus kembali, Oke di hari cuty kedua saya saya gunakan untuk Duty agar
kasus yang saya tangan bisa melampaui target. Pada tanggal 12 Juni memang benar
saya terkena PIP dan harus melakukan tanda tangan untuk proses tersebut. PIP
tersebut di hitung sebagai SP 1 dan saya di berikan keterangan PIP untuk tanda
tangan terkait SP 1 tersebut. Lalu di minggu tersebut saya diberikan Nilai Zero
toleran atau 0 Karena saya di anggap Rude Chat karena saya memberikan kata
Sabarrr degan r 3 kali. namun semua tersebut tidak bisa saya ajukan anulir
karena dari Team leader saya tidak menginformasikan ke saya terlambat pada Hari
Jumat Sore ( anulir tiap minggu bisa di ajukan maksimal jam 3 Sore). Saya di
infokan terkait proses tersebut tidak bisa perpanjang kontrak kembali karena
proses anulir dianggap tidak bisa oleh team leader saya. menurut saya itu hal
yang sangat sepele karena dari user yang saya chat tidak marah. oleh karena itu saya sesalkan karena kejadian tersebut
dari Vads anggap sebagai SP 2 dan yang saya bingungkan sebelumnya tidak diberikan
informasi bahwa itu SP 2 dan tidak ada tanda tangan terkait SP 2 tersebut. saya
masih sabar.
Pada Tanggal
15 Juni 2020 tepatnya saat saya selesai Duty pada jam 3 sore saya di telfon
oleh atasan saya yaitu SPV dan Team Leader saya menjelaskan bahwa tanggal 12
Juni 2020 ada satu Kasus penilaian buruk
user ke saya yaitu untuk kendala pengajuan pengembalian dana karena dari user tersebut
belum menerima pesanan. saya edukasi user tersebut untuk bersabar dan
menjelaskan semuanya karena kendala tersebut dilakukan pengecekan oleh tim
Shopee. karena memang user tersebut tidak sabar karena sebelum dia chat ke saya
dengan agent Chat lainya dia di putus secara tiba tiba. lalu user tersebut
masuk ke saya dengan marah mencari agent
sebelumnya. saya coba terus jelaskan dan saya ajakin bercanda karena di Shopee
di tuntut untuk berbicara chat seperti teman yang mereka sebut Peace Full
Friend. dia menanyakan terkait SOP terus menerus dan saya jawab dan jelaskan
secara SOP Shopee. saya jelaskan terkait SOP tersebut lebih dari 2 kali dan
saya anggap seperti untuk mengajak bercanda karena niat saya chat seperti teman
maka saya jawab dengan kata “SOP ayam ya Kak, Iya Kak biar tidak sepaneng ya
Kak” saya berani chat seperti itu karena Shopee sudah mengiyakan jika berbicara
di chat seperti teman. Lalu saya terus jawab dan jelaskan sampai chat tersebut
satu jam dengan user itu. Lalu dari Vads dan Shopee mengaggap chat tersebut
Rude Chat.
Setalah kendala
itu saya coba jelaskan ke SPV saya tiba
tiba masuk Manager saya untuk berbicara dengan saya. saya sedang mencoba menjelaskan ke mereka semua dan
langsung dipotong, diangaplah itu kesalahan yang fatal dan di situ tanpa saya
jelaskan panjang mereka langsung meberikan saya SP 3 dan tidak ada surat juga
untuk saya tanda tangani Terkait SP 3 . okelah saya terima semua itu Karena memang Posisi saya
sebagai anak agent atau Karyawan terendah. Dengan pemberian SP 3 tersebut
menurut saya tidak baik karena dilakukan saat proses melalui Google hangout
atau lebih tepatnya seperti teiefon dan tanpa ada tatap muka atau video call. dan yang jelas TIDAK ADA SURAT menyurat mengenai dari SP 1, 2, dan 3 yang saya tanda tangani di hadapan mereka !
Terkait
dengan masalah tersebut saya masih belum terima, pada Tanggal 17 Juni 2020 saya
mencoba melakukan chat dengan User Shopee yang sebelumnya saya berikan guyonan
terkait SOP tersebut. saya chat untuk meminta maaf terkait guyonan tersebut dan
meminta doa agar segera mendapat pekerjaan lainnya. Ternyata user tersebut
tidak marah terkait dengan guyonan yang saya berikan namun dia kecewa saat chat
menunggu antrian lebih dari 100 dan saat menjelaskan kendala di putus oleh
agent sebelumnya. beliau juga menyesalkan terkait penanganan Shopee yang sagat lamban.
Oke baik akan saya jelaskan untuk sistem penangan yang ada di Shopee. jika ada
kendala terkait dengan Shopee maka kita sebagai CS tidak bisa langsung bisa
menyelesaikan kendala tersebut namun hanya bisa edukasi dan teruskan ke Tim
terkait Shopee yang menangani kendala. Tim terkait tersebut banyak Divisi dan
yang jelas masih harus menunggu antrian untuk penyelesaiannya karena proses
penyelesaian dari tim terkait Shopee sangat lama yang mengakibatkan user
semakin marah karena kendala kendala tidak selesai. menurut penjelasan user
yang saya tangkap, beliau tidak marah mengenai chat yang saya lakukan namun
mereka marah karena sistem Shopee yang sangat lama pengerjaan kendala tersebut.
Dari semua itu
yang saya sesalkan adalah tidak adanya kejelasan terkait dengan SP dan tidak
ada anulir jika produktivitas kurang dan persentase penilaian buruk lebih dari
2 walaupun di minggu tersebut cuti.
Mereka anggap saya dan agent Lainya seperti Robot Chat yang kerjanya
selama 9 jam dan 1 jam untuk istirahat panjang dan 30 menit untuk istirahat
pendek. saya bekerja disana seperti robot karena di tuntut untuk menangani Chat
secara bersamaan 4 Chat masuk belum lagi jika saat mengisi riwayat kasus di
teriakin oleh RTFM untuk segera close chat yang sudah di isi riwayat kasus.
setiap chat yang sudah di close akan masuk terus menerus. Dan itulah mata
memandang PC atau Laptop secara terus menerus dan seperti memperkerjakan robot.
seperti yang saya jelaskan sebelumnya juga untuk setiap agent wajib
menyelesaikan 90 kasus masuk, dan jika belum ada 90 maka tetap disuruh duty.
😂 saya berbeda project namun sama" menyesal karena 1 outsourcing
BalasHapus